In the end , your blog'll be your last listener

Sabtu

lupa



kata mereka
konon dunia ini adalah dua
disebut pararel karena inilah kita

tidak
puitis sudah tidak bisa

emosi pulangkan semua logika rasional
tidak dapat melihat, kata tak terucap
semua tersendat

sungguh hariku beku,
dalam pilihan kaku, , maka di sinilah aku
dunia pararel semu, juga palsu
karena ingin ku melintasi waktu
dalam diriku

yang penuh gelora, rasa emosi dan nafsu
rasa ini, terpendam tiap detik dalam hari
tercekik sesak ingin ku berteriak

hei, aku di sini
dan kau di sana,
jarak tak berarti seakan jurang tak terlewati
apakah ini ? umur, ekonomi, strata sosial dan kepalsuan ?
tapi semua itu ada, lebih nyata ketimbang wajah asliku
yang tak kalian lihat, dan tak ingin kuperihatkan

bawa aku terbang, setidaknya menapak rabat di sebrang itu
dirimu, hati dan senyummu
mungkinkah itu dunia nyata ? dan persetan kebohongan pararel ini ?

andai kita tak pernah kenal
dan ku tau kau tak akan pernah melihat ini, mungkin kau tak mengerti
hatimu yang tak ke sini

kau, dan bayangan semu itu
mungkin tak akan pernah menaungiku, ataupun jadi tempat kutaungi
kau,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar