In the end , your blog'll be your last listener

Rabu

(anggap saja) tidak pernah kenal

Kegiatan menganalisa sesuatu yang belum terjadi
Tidak itu tidak puitis,
Pikirkanlah sesuatu yang kau nyanyikan dengan judul

menduga
Bukan

Menafsir
Tidak

Hanya teori dan redaksional bodoh dari kaum -kaum intelek seolah tak punya hati
Namun nujum pun tak bersua
Hati nya seakan terkatup, mematung dan bisu

Sejujurnya, teriak dalam diri ( ah, aku ragu)
Ragu akan keraguan, lelah
Lelah aku terhenyak
Kaki tak lagi nyeri, mampu berlari pun tidak

Kuyakin kau pun begitu
Hamburkan saja biar hancur. Lupa. Dan hilang
Kumpulan memori yang meluncur menembus segala kata, melihatmu di kursi itu
Bajingan, mata sialan, kucungkil saja
Hei aku berteriak, kenapa hatiku mati dan cungkil saja mata ini, hanya risau galau hati tak tentu tak jelas tak berbentuk remuk hancur pecah dan musnah, BAH !

Hari ini tak terucap, bahkan kata tak melompat , di benakpun tidak,

Tak terucap, kau membunuhku, regangkan seluruh nadi ku matikan syaraf hasrat jiwa

Ini pembantaian, penyikasaan, dan kriminalitas, aku menyerah

Tinggalkan saja ingatan, aku ingin lupa
Tak ingin kenal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar