In the end , your blog'll be your last listener

Senin

hidup tak memutar rambutmu
riuh, kejam pergolakan
kini detik pun mampu merejang nyawa


apa arti angin dibawa kerumunan pergi
layaknya matipun tak berarti

namun kau lemah dan manja
tusuk saja rasa sedih dan kalah

detik mengalun sesuai angguku, karena ini nafasku
tubuhku anganku, jiwaku citaku
tembus ambang kosmos pun tak gentarku
habis waktuku

akan kubunuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar