In the end , your blog'll be your last listener

Senin

gerobak nasi goreng

terbenam
saat derap langkah menguat,
mengisyaratkan nafas, tawa, tangis, untuk hidup
mengalun tersendat kadang
namun inilah kehidupan

bayang utopisku tak akan pulang
sepatu itu menjadi korban kesia-siaanya
ia terbang, menguap bersama mimpi-mimpiku di pundaknya
layaknya mengejar angan lain, mungkin ingin menusuku, lari dan kabur dariku
aku, sang realita, Rudi, penjual nasi goreng

hebat tak terkira menu dashyatku
banyak paket daganganku setiap petang

baca ! jangan paksa aku dongengkan untukmu

nasi goreng masa muda
mengetuk kejayaan masa lalu, membawamu menembus lapisan sinar kosmos asal muasal kehidupan,
ruang dan waktu
menimba ilmu dengan sejuta pernak pernikmu, ya, yang kau kenakan.
kebanggan padati rongga-rongga jarimu, percaya diri penuhi pergelanganmu,
dan cita tergantung suci pada leher kecilmu itu


nasi goreng khusus pria dewasa
aneh
kecap rasa hidup yang sebenarnya
pedas pahit menyembul bergantian tak terkira, bibir terkatup tak akan bisa
aku tak menangis !
ini hanya cabai saja yang terlalu banyak, mungkin pare yang lebih murah, banyak tersedia, kepahitan

jangan terkejut !

ini dia nasi goreng ketabahan
rasanya terbilang normal, bahkan mungkin nikmat.....
tidak ,rasanya sangat nikmat ! tanpa tanding ! juara !sebutlah apapun itu
lidahmu mengkristal, begitu pula dengan anganku
bersemayam tenang dalam liku terdalam aku tak tahu

pasrah saja, tak usah dicari
rasanya terlalu nyata
senyata kursi reyot dan lapuk ini

tentu saja, sebut saja paket, paket kehidupanku di negri ini

maaf aku tak sempat membuatkanmu menu istimewa
nasi goreng ketiadaan
namun kau sudah kapok dan melesat lari
padahal semua itu rakitanku, lusuh dan keriput tipu
menu itu tak pernah ada pada dan dariku
karena

aku tak membaca, tak menulis jua

tak mampu

antoniusrichard 28 maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar