In the end , your blog'll be your last listener

Senin

aku tersesat
hatiku hilang arah , perih terasing dan dilupakan
tidak memihak dan memilih untuk diam

karena langkah yang salah menuntun jalur hidup yang berbeda
hingga berada diantara banyak dunia, tidak bisa memilih , buta, atau bodoh tidak berbeda
suaraku menangis, karena tak bisa terucap

hingga tinggal aku dan dunia
dua hal yang berbeda, dunia dan manusia isinya yang sudah memilih
memilih jalan hidup, dan takdir sebagai tanduk

aku hilang arah, tidak mampu menentukan jalan hidup dalam waktu yang tersedia
tapi waktu mulai murka, tak mampu bersabar lebih lama, segera putuskan
apa itu modul hidup, pola yang tak berpola hidup untuk mati

tapi aku tenggelam dalam idealisme semu, yang tak tau dapat kutiru dalam dunia bisu, atau hanya angan pemuda lesu, dan akhirnya mati

semua seakan berjalan seperti roda takdir, mereka berjalan di atas rel dan melaju pesat, selama aku pada posisi start
jiwaku bertarung dalam putus asa, tidak yakin akan langkah kecilku, semua terasa jauh, tak terkejar
dan aku sendiri, serba sia-sia

aku dilupa oleh semesta, hingga tertinggal peradaban yang lama, ketika partikel memecah dan aku terurai, mereka berevolusi, mungkin aku akan mati, aku tidak mengerti

aku tak tau siapa diriku, wajah dan warnaku berganti setiap detik, sehingga aku lupa wujud
bayanganku menipis dan mataku menyipit, cita-citaku menguap dalam setiap keputusasaan
dunia menutup mata dan keyakinanku, aku kehilangan
hilang panutan dan arah
sehingga tak bisa memilih lajur
dalam dunia yang berbeda, aku siapa
siapapun tolong aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar