In the end , your blog'll be your last listener

Sabtu

gila

detik ini detik gila
semua kacau tidak mengerti dunia,  teriak , ruak ruah sumpah serapah tertera
aku tak mengerti dunia

hanya pada detik ini

seakan tak ada puitis kata tersedia
oh aku tak kira
ada apa dengan masa muda, masa depan, mengapa hidup manusia berbeda
apakah aku
siapa
sudah gila ?

menggilai diri sendiri ? seakan semua serba berbeda
dan mereka berbisik, " dia sudah gila "

tidak mengerti cinta, hal abstrak yang dinikmati tergila-gila
sampai semua mengaku gila, padahal hanya aku

mengapa semua gila keabstrakan, padahal aku gila akan hidup
terbit terbenam hari yang sudah padam artinya namun tetap saja, gila
apa arti gila ? lidah enggan menyapa terlebih bertanya padamu, bukan kah aneh diucap ? g-i-l-a ?

para gila itu menggila dalam gila-gilaan galian kegilaannya, terperusuk dalam , apa yang dicarinya ?
hanya kegilaan. harta, ambisi, dan cinta (semua lahir dan keturunan gila) para penggila itu

jangan bilang ini visi gilaku, sama seperti pemabuk, melayang terbang
rapuh , remuk dan hilang

detik ini aku menggila, dalam malam hujan yang menggila

gila karena dipusingkan sepele cinta gila, hal semu, sebenarnya tak ada
harta gila, sebenarnya hanya benda
ilmu gila yang membuat gila

entah apa yang kutulis aku gila
tergila-gila akan semua kegilaan dunia



untuk semua yang setuju akan hari yang gila, antonius richard

Tidak ada komentar:

Posting Komentar