In the end , your blog'll be your last listener

Selasa

masa lalu dan sekarang

perih
bahkan kau terpejam dan duduk tanpa kata
membisu sebisu bisunya , ternyata kau tenggelamkan kata
sungguh

pernah hidup dalam lingkup kehormatan ?
sejak dahulu tak teringat kapan segalanya dimulai ?
menuang gengsi dan pandangan dalam segelas emas berjudul harga diri ?
merengkuh semua tawa, palsu semata, namun kau suka ?

mencabut akar-akar gembur bernama masa lalu
di mana dulu kau berpijak, berlari mengejar bayangan, bahkan matahari bahkan ibumu bumi
dulu ia seakan tak berputar, diam tak bergeser jua berguncang
bukan karena tidak bisa namun aku tidak mau
dan kulakukan apa yang ku mau, kuteriakan apa yang kusuka, kupukul yang tak kupilih
dulu kesebut itu hidup

ke mana sekarang ku melangkah
harus hidup, tenggelam dan karam ? tarik saja jiwa ku sampai palung malas dan melarikan diri
karena aku tak akan lari, menyelam, maupun patah harga diri
sini semua kugantung sampai mati, kurajam semua ketakutan, asumsi tak berarti
menjadi diri sendiri lagi,
agar hidup


dan saat kau bertemu denganku, mereka akan bertanya
mungkin padamu, atau pada embun yang tersenyum padaku
tadi

"apa arti hidup, seindah aurorakah "

sampai tiba saatnya akan kurengkuh masa lalu ( lalu dan sekarang)
dalam lengkung pipi dan kujawab

luar biasa
-dan itu aku

(untuk semua yang patah dan menyerah)
antoniusrichardrusli

1 komentar:

  1. hidup adalah proses
    tak akan pernah menemukan arti hidup tanpa kita berproses
    apalah artinya masa lalu dan sekarang, jika tak ada masa depan?

    BalasHapus