In the end , your blog'll be your last listener

Rabu

Jingga

sepertinya memang sudah kucabik-cabik , dan kuingat memang sudah kulakukan
mencabik waktu, yang para manusia bilang "sangat berharga"
di mana berharga adalah hal yang asing, aku tidak peduli akan nasib waktu

namaku jingga

terjebak dalam pemahaman diri yang paling dinamis, tapi aku suka mereka melengkungkan bibirnya padaku
dalam dimensi hidup tanpa waktu, aku tak mengerti
sudah tak terhitung peluhku saat merajam mati sang waktu, aku lupa bahwa aku tak bisa menghitung
jua tak berpeluh, siapa aku ?
bukan merah dan bukan kuning
namun ini bukan kisah labil atas namaku

namaku jingga

terhenti dalam suatu kehampaan, aku terlahir bersama mereka, siapa mereka ?
bukan perkumpulan yang disatukan oleh kepastian sang Nasib, nasib itu palsu
ah ! apa peduliku, mereka independen dan aku maharddhika


aku....................................... jingga ?

prihatin meski tak  berhati, dan mereka juga tidak. namun lakukan yang tidak aku bisa,
bertumbuh dalam substansi, kreativitas, lalu mengapa perlahan mereka tersenyum
sobat kau salah, bukan karena aku di sini.
lalu kalian ceria, dosaku ? dan tolong berhenti merangkul karena aku tak berwujud

kalian panggil aku jingga ?
aku suka pada kalian yang hidup, memilih keceriaan dalam keberanian, berkreasi, mencipta
ya, mencipta. kehangatan
dan kekeluargaan, ingin kutukar jiwaku
demi kebersamaan

kebersamaan !!!!!

mereka memanggilku jingga
bermimpi bersama lautan mimpi mereka yang menerjang, jauh
akan puncak kreativitas , dalam dekapan kebersamaan, kehangatan dalam keberanian keceriaan

ternyata mereka membutuhkanku, meleburlah jadi satu


(janji jingga untuk arsitektur 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar