Dalam rebusan runtuhnya gerbang neraka, sang beringin berdiri teguh dan berkata
“Akarku menembus lapisan bumi, meneduhkan kalian, maka akulah hidup , simbol segala persatuan.”
Maka berbisik di sela isolator rebusan runtuhnya gerbang neraka tersebut, dengan sayup
“Begitu pula denganku, menembusan lapisan tubuh-Mu, menggerogoti-Mu hingga mati, habis, lalu akan separatis, nasib-Mu sial wahai beringin, kuharap Kau busuk dan mem-fosil.”
“Begitu pula denganku, menembusan lapisan tubuh-Mu, menggerogoti-Mu hingga mati, habis, lalu akan separatis, nasib-Mu sial wahai beringin, kuharap Kau busuk dan mem-fosil.”
(Curahan pemuda nasionalis)
Bandung, 16 Juli 2011, 3:06am
Tidak ada komentar:
Posting Komentar