wah, ternyata sudah tembusi kamarku
tidak tidak, aku tidak berintensi apapun untuk sang surya
aku bicara tentang kau
sosok kelam merasuk jiwa dan racuni tanpa sisa
menuang hasrat namun menenggelamkan seluruh daya
karam dalam kepercayaan diriku
menaruh kenang-kenangan dalam etalase namaku
kau pukul jatuh buah ranum, seperti itu diriku
kau hadir lagi dalam apa yang kusebut dengan mimpi
mimpi, ilusi tak tersingkap apapun, tak juga gemuruh menyentuh
hadir dalam pulas nafasmu beristirahat
hingga bingar hari hidupku, itu karena kau. mimpi
jadi aku tenggelam dalam topeng bernama harapan
kesempatan adalah hal paling maya di muka daratan ini bagiku pada detik
detik setelah kau baca ini......
detik setelahnya juga
lagi
lagi
kenapa kau muncul di mimpiku, lebih sering dari jadwal surya bosan berkeliling melewatiku
dan kenapa
hanya di mimpi
tidak tidak, aku tidak berintensi apapun untuk sang surya
aku bicara tentang kau
sosok kelam merasuk jiwa dan racuni tanpa sisa
menuang hasrat namun menenggelamkan seluruh daya
karam dalam kepercayaan diriku
menaruh kenang-kenangan dalam etalase namaku
kau pukul jatuh buah ranum, seperti itu diriku
kau hadir lagi dalam apa yang kusebut dengan mimpi
mimpi, ilusi tak tersingkap apapun, tak juga gemuruh menyentuh
hadir dalam pulas nafasmu beristirahat
hingga bingar hari hidupku, itu karena kau. mimpi
jadi aku tenggelam dalam topeng bernama harapan
kesempatan adalah hal paling maya di muka daratan ini bagiku pada detik
detik setelah kau baca ini......
detik setelahnya juga
lagi
lagi
kenapa kau muncul di mimpiku, lebih sering dari jadwal surya bosan berkeliling melewatiku
dan kenapa
hanya di mimpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar