Tegang, meluap tertumpah
Seperti mengerti kitab dunia. Rahasia kehidupan
Namun baru teori yang belum terlihat, tertimbun noda pekat kelinglungan,
Noda pengalih perhatian remeh temeh menutup tujuan hidupmu
Hari ini hidup seperti gembala, berkhayal pilihin ini benar, melarikan diri
Hidup dalam ideologi sendiri, bercita menikahi putri saudagar
Ternyata hampa, tanpa gairah. Apa itu ? Bahasa buana kata-nyam
Kembali melihat penjual roti yang meninggalkan legenda nya, dan memilih berjuang hidup,
Ya memang itu yang terjadi, baru saja kulihat. Hanya terlihat saja.
Namun raja bodoh ntah muncul dari mana laksana ilham yang menginspirasi, bahwa
Hidup memang untuk citacita,
Jadikan panduan hidup, jangan pernah melenceng ! Jangan pernah menoleh , menunduk, apalagi terpejam
Atau kau memilih menutup mata, maka ia akan hilang.
Ikuti pertanda , di manapun itu, apapun dan kapanpun itu.
Bagaimana cara gembala yang merasa sudah mempelajari semuanya seperti diri bodoh ini, padahal baru belajar dari domba,
Belum gurun, belum pasar, belum kehidupan, dipanggil naif
Ikuti suara hati, kenapa ? Karena hati itu jiwa buana, kau pasti pernah merasakan
Kekuatas mitis yang luar biasa tak terperi logika, tak tersentuh harta, juga nama besar tenar
Apa bila suara hati salah ? Semenjak diciptakan, oleh -nya, ia tak penah salah, yang salah adalah
Segala yang keluar dari mulut manusia, mempengaruhi jiwamu dan menjadikanmu penjual roti, penggembala jua
Buang semua yang menghambatmu mengejar itu
Juga cinta, cinta sejati akan muncul, tak perlu dicari, jiwa buana tau,
Dia tidak akan menarikmu melambat mendekati cita
Dan ia ada, sebab hati tau, kehidupan menarik kehidupan lain.
Dan bilamana aku memilah suara hati ?
Teruslah mendengar karena suara hati tak akan berhenti bicara
Hati takut lelah, takut sakit, takut kehilangan.
Namun itu bukan hati, hati dari hati yang bersih tak tersentuh. Bicara dengannya, jangan terlalu banyak bicara tak penting
Maka kau akan terbiasa mendengar suara hati. Bicara dan mensyukuri
Melihat ciptaan lain, juga alam, terlebih kehidupan dari sudut yang berbeda
Selayaknya kau melihat besi, dan kau tau mungkin kau besi, tapi besi juga punya hidup
Dan bukan lebih buruk dari emas
Di mana semua orang punya jalan hidup masing-masing dan jangan kau samakan.
Namun besi tersebut akan habis fungsinya jika terus digunakan demi kebaikan
Berubah menjadi emas, harta bukan tujuan akhir
Bukan harta dalam legenda hidup, tapi kau mengejar legenda itu sendiri
Di mana semua orang merupakan bagian penting dalam hidup ini melalui perannya masing-masing
Bisa menjadi perwira, ataupun hanya penyair
Tuhan punya rencana, tapi tak berarti aku menyelam dalam nasib,
Karena dalam panduan hati ku mengejar cita-cita, pasti aku menabur cita dan kebaikan
Itulah mengapa ia dipanggil dengan cita-cita. Karena hati tak pernah salah
Dan jiwa buana itu adalah alam semesta sendiri yang diciptakan Nya, jiwa buana bicara
Dalam bahasa sendiri, bahasa cinta, dan ia akan membantu segenap jiwa,
Bila kau punya keinginan besar, dalam mengejar legenda, mendengarkan hati.
Jangan sesat, tersesat dan hilang arah, tertutup noda
Jangan berpaling
Mulai dari detik ini, kejar cita itu
Melalui hati, dan cinta jiwa buana
Karena semua orang dasarnya alkemis, dengan jalan dan legenda masingimasing
Yang keberuntungan pemula pada awal, dan akhir saat kau selesaikan ujian
Seperta malam terberat saat fajar tiba,
Tapi ujian itu menguatkanmu, membimbingmu memahami semuanya. Dan sabarlah, lebih dari gembala
Dan mensyuluri semua yang kau temui dalam hidup baru, karena perjalanan menuju cita itu
Banyak ilmu, jangan lari!
Aku, si bocah itu sendiri
Aku berjanji melatih hari
Bantu aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar