In the end , your blog'll be your last listener

Minggu

Ini bukan puisi
Hanya sekelebat pikiran
Agar saya tidak kehilangan momen ini
Agar teringat saat jatuh, kubaca saat hilang arah

Bahwa detik ini indah
Saat ini aku terduduk dalam sudut terujung sebuah gereja
Di minggu pagi yang cerah, angin bertiup berlarian menembusku
Siraman rohani yang sejuk, suara serangga bergantian memanggilku.
Jauh kutatap langit
Luas
Perjalananku masih jauh
Bukan untuk di sini, berhenti dan mati

Tapi aku sangat bersyukur, karena dapat kuliah
Detik yang kuhabiskan belajar adalah keringat ayah
Jangat pernah lupa tujuan akhirku

Bandung tidak buruk, meski berbeda dengan citaku dulu
Bandung memuat impian harapan semua orang,salah satunya milikku

Jangan sesat. Hidup tak semudah yang kau rasakan, kau tak pernah merasa kekurangan
Mengapa kau maki dan murungi hidupmu

Semua tugas ini jam terbang pengalamanmu,
Semua ekonomi melatih kemandirianmu
Semua pekerjaan melatih ketabahanmu
Semua tanggung jawab melatih kepemimpinanmu
Semua kantuk melatih pengaturan waktumu
Semua cinta lalu melatih kepekaan dan pengalamanmu
Tak satupun yang menjadi penderitaan
Apa yang salah dengan mataku ?
Jutaan orang berjuang untuk belajar, di tempatku
Yang tak tinggi namun akan ku berjanji


Damai jiwaku setiap kali ke rumah bapaku
Ingat ini bukan pelarian, tapi sebuah syukur
Kau butuh cinta ? Ialah itu


Betapa bersyukurnya hidupku
Tuhan sembuhkan luka keluargaku
Ayahku
Diriku
Jiwaku
Hatiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar