ya
benar kau panggil dia tetes nafas jiwa bernama liku cinta
elok lebih kau sebut dia dengan jalan hidup
suratan takdir
jalan nasib
sebut saja semaumu....
terkuak gelap pejam hilang dan tajam
tampak sudah ayunan angin itu
angin
angin rujukan, yang bersemayam dalam dunia dimensi berbeda
kerap kali ekspetasi sebut itu nafsu dan korbanketidakberdayaan
namun salah
berbeda dan tak penat rasanya hati dan jiwa
yang ku perlu
hanya sentuhan
sentuhan yang mampu menjerang dan merajam jiwa eksitensial kusebut
diinginkan untuk bersama
aku perlu dia
kubalik saja dunia sial ini, tak tersentuh karya-Nya
untuk mem-mozaikan pecahannya
benar kau panggil dia tetes nafas jiwa bernama liku cinta
elok lebih kau sebut dia dengan jalan hidup
suratan takdir
jalan nasib
sebut saja semaumu....
terkuak gelap pejam hilang dan tajam
tampak sudah ayunan angin itu
angin
angin rujukan, yang bersemayam dalam dunia dimensi berbeda
kerap kali ekspetasi sebut itu nafsu dan korbanketidakberdayaan
namun salah
berbeda dan tak penat rasanya hati dan jiwa
yang ku perlu
hanya sentuhan
sentuhan yang mampu menjerang dan merajam jiwa eksitensial kusebut
diinginkan untuk bersama
aku perlu dia
kubalik saja dunia sial ini, tak tersentuh karya-Nya
untuk mem-mozaikan pecahannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar