Untunglah ku buat blog ini
Sehingga serah sedih seakan tak perlu
Cukup diri yang tau
Aku sedih
Kenyataan membunuhku
Walau hanya lidah ucap selamat tinggal
Harapku tak pernah terpenggal
Sudikah matamu melihat ini
Mampukah kau mencernanya
Jalan tertempuh sesingkat jagung
Butuh waktu untuk menyelesaikannya
Biar kubawa harap ini selama sisa hidup
Dalam hati pilu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar