Tak pernah kupilih takdir hidupku
Saat sebuah buku tercipta
Aku tak pernah meminta untuk menjadi setiap lembar penyusun yang berarti
Tak pernah meminta untuk menjadi pohon yang dikurbankan seperti layaknya
Mereka menyebyt-Nya mesias
Tak pernah meminta untuk menjadi penulis buku seperti halnya sang gusti Allah
Juga tak pernah meminta untuk menjadi karangan, paragraf bahkan sebuah kalimat di dalamnya
Tak juga terpikir untuk menjadi sebuah kata ataupun huruf dengan ukuran sekecil apapun
Bahkan tak juga segala tanda baca titik koma dan segala sahabatnya
Aku meminta terlahir seperti diriku
Sekarang inilah AKU
Namun belum kumengerti siapa diriku
Mungkin ini adalah pembelajaran dinamis tiada akhir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar