gegap hampiri penjuru sunyi ini
tatkala keselarasan tak hadir menyertai rasa sedih pilu
apakah sebenarnya cinta
jika tak lebih dari gegap wajah dan umur terhingga
sia sia, mengapa tidak ditinggalkan saja ?
hingga sosok malam indah binar bintangi peri
seakan mengulang goresan tinta pada kertas hati
ingin kuberlari, sebab lelah tak terbang namun tak berpijak
dalam segala kekosongan ini
benarkah ia sungguh ada, itu, sudahlah
tak lebih dari luka hati pengorbanan tak berarti lubang tersakiti, lagi, gundah hancur dan hati nyeri
semua tidak berarti , tidak tidak tidak tidak apakah kita
cerminan realita pada wajah wayang rapuh tanpa dalang hidup ini, itu
cinta
mengertikah ?
antonius richard
januari 2011
tatkala keselarasan tak hadir menyertai rasa sedih pilu
apakah sebenarnya cinta
jika tak lebih dari gegap wajah dan umur terhingga
sia sia, mengapa tidak ditinggalkan saja ?
hingga sosok malam indah binar bintangi peri
seakan mengulang goresan tinta pada kertas hati
ingin kuberlari, sebab lelah tak terbang namun tak berpijak
dalam segala kekosongan ini
benarkah ia sungguh ada, itu, sudahlah
tak lebih dari luka hati pengorbanan tak berarti lubang tersakiti, lagi, gundah hancur dan hati nyeri
semua tidak berarti , tidak tidak tidak tidak apakah kita
cerminan realita pada wajah wayang rapuh tanpa dalang hidup ini, itu
cinta
mengertikah ?
antonius richard
januari 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar