In the end , your blog'll be your last listener

Minggu

lembaran baru dimulai hari ini

masih teringat satu minggu yang takakan terlupakan
saat rasa ini ingin berteriak
rasa suka rasa rindu rasa ingin tau rasa tertarik
walau asing namun rasa sangat mengenalmu

kita baru mengenal                                        waktu itu
secara tidak sengaja
di tengah kesibukan, kegusaran dan masalah hati

namun semua terlalu cepat rasanya
kukenal kau
entah bagaimana pertamanya,
tapi                                                                                                    rasa itu nyata     ada dan ia ingin diakui
mengapa semua menghilang

oh    tau
kembali ke minggu itu, seribu kata terucap tanpa kata                    hanya kupandang dirimu    yang sejujurnya
sangat kusukai                      ribuan kali                     kupikirkan dan kudoakan walau
mungkin                                                                    kau tidak mengenalku
itu rahasia, hanya di sini saja kukatakan

namun
kau datang di saat tak mungkin memilikimu
bandung sebulan lagi, dan kau harus daerah terpencil itu
apa namanya ? bumi serpong damai di mana pun itu

seminggu waktu yang kumiliki    untuk mengenalmu     untuk rasanya ingin memelukmu
yang tetap tak kulakukan sampai akhir
seminggu lagi tak bisa ku hubungi dirimu, sebab akan ada di pelosok negeri ini yang belum mendapat peradaban

kumohon Tuhan, kalau memang dia yang terakhir dan memang dia selama ini tujuan dari segala doaku
terima kasih kau hanya pelit memberiku  tujuh dikali dua puluh empat jam dikali enam puluh menit sejumlah waktu yang kumiliki
untuk memikirkannya

dia lagilagi tidak diterima di universitas impiannya
hancur mimpi itu seakan hancur hati ini
dasar cinta                           tolol                                   apa pula untungnya, apa ?????
seakan hari ini hampa di saat waktu ku terus berkurang

namun hari indah , seakan kau dengar suara ketukan hatiku dan begitu pula sebaliknya
kau mengerti rasanya dan kurasa hasrat mu, hasrat ini nyata                 dan                  indah
kulihat dari matamu
kau tau aku bukan siapasiapa dan tak punya apaapa dan kau bertingkah seolah kau mengerti
kau terima semua itu, kau ingin aku tau kalau kita tidak berbeda
hanya dengan tatapan mesraa itu kau katakan semua itu dini hari itu itu itu itu itu itu ( kuketik seperti tolol)
jogging atau organ atau apapun itu yang membuatku melihat senyummu

dan sial jauh sekali rumahmu, selatan jakarta sebelah mana itu ?? kuhitung saja jakarta coret
baik kau suka tidak suka, jangan marah
kutempuh sejauh apapun itu, padahal kau tau aku pria bodoh tak bermodal
masih kau kerjai aku

minggu itu kita selalu bertemu , walau hanya untuk tersenyum bersama atau mendengar lelucon bodoh itu
karena kutahu kau simpan pedih yang sama denganku, bahwa setelah waktu ini maka akan sulit melihat wajahmu
hari terakhir tiba
di saat berpisah
saat di mana tak bisa kuhubungi dirimu

rasanya dunia tak ada lagi artinya
apapun caranya ingin kuhubungi kau
meskipun harus berlari di tengah hutan tanpa tau arah , mencari sinyal bodoh dari telefon satelit yang bisa dipakai duapuluh menit untuk sebuah panggilan yang mungkin tidak kau lihat, karena kau diamkan handphone bodoh itu

ternyata kau angkat telefonku, mungkin itu lima menit terindah,
kau tau bagian terbodohnya ? sehabis itu aku tersesat di gunung sampai pagi, hanya untuk sinyal bodoh
dasar maluku


kau datang ke bandung dan temani hariku
kuyakin kaulah orangnya
namun kau dengar perkataan manusiamanusia bodoh itu
padahal tak pernah kudengar perkataan manusia bodoh lain tentang kau
dasar bodoh
mahkluk tak berotak


ditengah kesibukan bukan kau hadir dengan tawa namun dengan sebuah kekecewaan besar
segitu tidak percayanya seakan kau baru mengenalku pagi ini
sehingga kau putus ikatan batin ini seakan semuanya asing
kenapa? nampaklah sepele        untukku kau baru membunuhku
seakan semua yang sudah kita lalui hanya bualan maupun kekonyolan
kukira kita serius
kukira kaulah satusatunya, namun orang bodoh itu benar
dan kau buka topengmu tampak sifat aslimu
ketidak percayaan itu membunuhku, katakata yang masih kuingat jelas ini menusuk, memberikan lubang besar
kesiasiaan, ternyata bukan kau orang yang ku cari.    padahal  aku penggemarmu
kusukai semua itu, tak peduli penampilan tak peduli pendapat orang
namun inilah adanya
inilah akhirnya

empat bulan berlalu sudah dan tidak ada yang mulai bicara
biarkan sosok gengsi ini menang
karena kekecewaaan
rasa sakit akan harapan

kau bukan lah sesuatu
yang layak kusimpan seumur hidup
angel kau beri satu pengalaman hidup dan kenangan manis
terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar