In the end , your blog'll be your last listener

Minggu

Pertama

Kukira tawa itu indah
Saat bersama
Hanya canda biasa

Namun di bulan kala malam
Kemarin malam
Saat penting

Ternyata ia
Tawa ceria
Senang cerita
Tawa dalam tatap
Dengan teman seperjuangan

Terlalu,
Sakiti sahabatku

Tanpa ampun dan belas kasih
Ia hujamkan rasa cemburu, atau hanya kebahagiaan semata
Sahabatku terpaku

Diam, hanya berdoa
Ia tertawa

Dan kulihat kristal dalam bola mata zaitun itu

Ternyata itu gairah

Bukan canda


Bukan rasa sahabat



Entah kenapa
Entah kapan tak kusadari
Entah mengapa bisa terjadi


Diriku pun dihujam, tombak ini menembus
Melukai dan melubangi dinding

Sialaaaaaan
Ternyata diriku bocah
Lemah payah tak terdidik
Padahal niat mencari kesempurnaan
Sisa hati untuk orang terakhir

Namun siaaaaaal kenapa kau mentertawaiku arjuna sialan
Kembali kau ke khayangan

Kenapa tak kusadari ini
Kenapa terluka, berarti kukhianati sahabatku

Sial

Kenapa dinding ini hampa

Liat kristal matanya bahagia dengan temanku malam tadi
Dasar kau bajingan dewa hati

Apamaumu permainkanku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar