Pertama
Kukira tawa itu indah
Saat bersama
Hanya canda biasa
Namun di bulan kala malam
Kemarin malam
Saat penting
Ternyata ia
Tawa ceria
Senang cerita
Tawa dalam tatap
Dengan teman seperjuangan
Terlalu,
Sakiti sahabatku
Tanpa ampun dan belas kasih
Ia hujamkan rasa cemburu, atau hanya kebahagiaan semata
Sahabatku terpaku
Diam, hanya berdoa
Ia tertawa
Dan kulihat kristal dalam bola mata zaitun itu
Ternyata itu gairah
Bukan canda
Bukan rasa sahabat
Entah kenapa
Entah kapan tak kusadari
Entah mengapa bisa terjadi
Diriku pun dihujam, tombak ini menembus
Melukai dan melubangi dinding
Sialaaaaaan
Ternyata diriku bocah
Lemah payah tak terdidik
Padahal niat mencari kesempurnaan
Sisa hati untuk orang terakhir
Namun siaaaaaal kenapa kau mentertawaiku arjuna sialan
Kembali kau ke khayangan
Kenapa tak kusadari ini
Kenapa terluka, berarti kukhianati sahabatku
Sial
Kenapa dinding ini hampa
Liat kristal matanya bahagia dengan temanku malam tadi
Dasar kau bajingan dewa hati
Apamaumu permainkanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar